Senin, 26 April 2021

Sejauh mana pemahaman ummat Islam saat ini tentang zakat dan urgensitasnya terhadap kemakmuran

Zakat adalah ibadah yang memilki posisi sangat penting, strategis dan menentukan baik dilihat dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan kesejahteraan umat. Sebagai suatu pokok ibadah, zakat termasuk salah satu rukun dari rukun Islam yang lima, sehingga keberadaannya diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang.

Salah satu sebab belum berfungsinya zakat sebagai instrumen pemerataan dan belum terkumpulnya zakat secara optimal di lembaga-lembaga pengumpul zakat karena pengetahuan masyarakat terhadap harta yang dikeluarkan masih terbatas pada sumber-sumber konvensional yang secara jelas dinyatakan dalam al-Qur’an dan al-Hadist dengan persyaratan tertentu saja.

Selain mengetahui tentang al-amwal al-zakawiyah , penting juga diketahui tentang pendistribusian zakat setelah terkumpul kepada orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahiq) yang disebutkan dalam al-Qur’an  surat at-Taubah : 60 sebagai berikut:

Artinya : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Taubah : 60)

Masuknya amil sebagai salah satu dari delapan asnaf seperti dalam at-Taubah 60 merupakan legitimasi dari Allah SWT , tentang pentingnya lembaga ini dalam pengelolaan zakat. Amil adalah orang-orang yang terlibat atau aktif dalam organisasi dalam pelaksanaan zakat yang meliputi kegiatan mulai dari mengumpulkannya atau mengambilnya dari para muzakki sampai membagikannya kepada orang yang berhak menerima termasuk penganggung jawab, perencana, konsultan, pengumpul, pembagi, dan semua orang yang terlibat didalamnya.

Amil selain mengumpulkan dan membagikan zakat juga bertugas untuk memanfaatkan dan mendayagunakan zakat dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan kebijakan lembaga pengelolaan zakat dengan melibatkan peran pemerintah. Dana zakat itu tidak harus diberikan kepada yang berhak secara apa adanya tetapi dapat diberikan dalam bentuk lain yang dapat digunakan sebagai sarana produktif sehingga dapat melepaskan fakir miskin dari ketergantungan pada belas kasih pada orang lain.

Bila bicara pemahaman berarti berkaitan dengan kesadaran. Bila sudah tumbuh kesadaran, maka akan ada pergerakan.  Kita ummat Islam dikenal dengan agama “Rahmatan lil alamin” (rahmat bagi sekalian alam). Dari kata ini saja sudah jelas bahwa di dalam rahmat mencakup kemakmuran. Begitupun dengan zakat, penopang perekonomian ummat. Namun tak banyak yang sadar akan hal itu.

Kita telaah dari segi bahasa, zakat itu sendiri bermakna tumbuh.  Berarti di dalam zakat ada petumbuhan, baik itu dari segi ekonomi, sosial dan kebudayan. Siapa sangka hal sederhana bisa menghasilkan suatu yang luar biasa. Malu rasanya Indonesia yang dikatakan mempunyai potensi  zakat terbesar di dunia, namun di lihat tak banyak memberikan dampak bagi perekonomian Negara.

Potensi zakat Indonesia bisa mencapai US$ 22 miliar yang bisa dimobilisasi baru 1,3 sampai 1,4 persen dari total potensi itu. Peranan amil yang berganda bukan hanya sebagai pengumpul dan penyalur dana zakat namun juga sebagai agen-agen yang memberikan kesadaran kepada ummat Islam untuk turut serta menunaikan kewajiban salah satu rukun Islam ini.

Sebagai penutup, perlu adanya tindakan nyata, untuk mewujudkan kesadaran ummat Islam tentang zakat dan urgensitasnya terhadap kemakmuran.

Daftar Pustaka

http://bisnis.liputan6.com/read/2097633/zakat-dukung-stabilisasi-sistem-keuangan

https://aliboron.wordpress.com/2010/10/26/pengelolaan-zakat-di-indonesia-perspektif-peran-negara/

https://ahmad21.wordpress.com/57/

 

Senin, 28 Desember 2020

Perspektif terhadap hari Senin yang terkesan membosankan dan memalaskan.

MONDAY & ENTHUSIAST
Senin seringkali menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Seolah hari Senin adalah hari yang menyeramkan. Mengikis waktu liburan dan mengikis waktu dimana seharusnya kita bisa santai menikmati hari bersama keluarga atau orang orang tercinta.

Di @akademitrainer setiap Senin kami mengadakan yang namanya Monday Enthusiast. Dimana kami saling berbagi tentang jurnal syukur. Apa yg disyukuri selama satu pekan terakhir. Menebarkan kebahagiaan pada tim, berbagi rasa kepada tim. Menebarkan frekuensi positif di Senin Pagi. Baru dilanjutkan koordinasi terkait pekerjaan.

Yuk buang jauh-jauh Paradigma/Mindset yang menganggap Senin menyeramkan, Monday is horor day/Monday is bad day. Jadikan Seninmu jadi hari yang menyenangkan. Tersenyum lah dan awali harimu dengan antusias untuk meraih apa yang ingin kamu capai.

Capaian-capain yang ingin kamu raih untuk dirimu, keluargamu dan juga timmu. Ingat every day is enthusiast, bukan hanya Senin. Every day is good day (bukan iklan hehe). Every day is fun day gak harus nunggu liburan. 

Dan jadikan pekerjaan kita sebagai ibadah, yang mendekat kan kita pada Tuhan Semesta. Yang begitu banyak memberikan kita nikmat hidup hingga detik ini. Jangan sampai hanya karena hari Senin kita lupa akan nikmat-nikmat lain yang diberikan kepada kita.

Mau mencoba? Yuk biasakan Monday Enthusiast kampanyekan ini dimana pun kamu bekerja, insyaaAllah akan mengubah perspektif kamu terhadap hari Senin yang terkesan membosankan dan memalaskan. #MondayisFunDay #MondayEnthusiast

Selamat bekerja dan selamat hari Senin, jangan lupa tersenyum . (u.f/l.a)

Kamis, 21 November 2019

3 Hal Yang Selama Ini Kita Lupakan

Pernah gak sih mikir kenapa ada orang yang jahat banget sama kita, atau pernah gak sih mikir kq udah bantuin orang malah gak dibales kebaikan juga. Kalau kata orang mah di kasih hati mintanya jantung.
WHY? Sebuah pertanyaan besar akhirnya muncul.
.
Hidup itu sudah selayaknya dipertanyakan, dan kudu wajib banyak mikir. Dari sana kita banyak belajar, mungkin ada something Why yang salah sama kita, atau sama keluarga kita atau mungkin lingkungan kita, temen kita, sahabat kita, tetangga kita dan lain sebagainya.
.
Bisa jadi ada 3 hal yang selama ini kita lupakan;
1. Kita lupa bersyukur sama segala hal yang udah kita punya, yang udah Allah kasih dan dititipkan sama kita.
2. Mungkin kita lupa memohon ampunan Allah bahkan bisa jadi kita sering lalai dan tidak pernah memohon ampunan Allah.
3. Kita juga lupa kalau kita hidup bermasyarakat adakalanya kita membuat sedikit kesalahan namun kita gak sadar udah buat salah sama orang lain, artinya kita sudah zholim walaupun gak sengaja, bahkan yang sengaja buat salahpun lalai untuk meminta maaf atau memafkan satu sama lain.
.
Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS: Ibrahim [14]: 34).
.
Dari ayat diatas sangat jelas bahwa Allah menggambarkan kita, ummatNya adalah tipikal zalim dan tipikal pengingkar. Maka sudah selayaknya kita sadar bahwa apa yang ada disekitar kita adalah berkat tangan tangan jahil kita juga, karena perbuatannya kita juga, artinya apa yang kita dapat berbanding lurus dengan apa yang kita perbuat. Jadi kita harus gimana? Kuncinya kembali ke tiga point di atas, perbanyak SYUKUR, perbanyak ISTIGHFAR, dan perbanyak SILATURAHIM. Jangan lupa lagi ya 😀
.
.
dari hamba Allah yang pengen ngingetin diri sendiri.

Selasa, 19 November 2019

Cara Bayar Donasi atau Zakat Pakai QR Code

QR Code Pembayaran Digital Ala Milenial 

Hai milenial, pernah nggak kamu lihat di social media kamu, ada yang lagi open donasi atau lagi ada penggalangan dana. Setelah kamu baca-baca ternyata kamu tertarik buat bantuin, atau ikutan buat donasi, tapi posisi kamu lagi jauh dari ATM, Bank dan jauh dari mana-mana. Jawabannya mungkin bisa saja kamu tunda donasinya sampai nanti kamu berada di kota, atau di lokasi yang ada Bank dan ATM terdekatnya. 

Tapi posisinya, kamu merasa orang ini butuh banget bantuan kita semua, termasuk kamulah salah satunya. Gimana dong? Sedangkan kamu punya prinsip, “Tak mau menunda, selagi bisa bantu lakukan, selagi bisa, lakukan, apapun tantangannya.” 

Tenang guys, untuk di era yang serba digital ini kita harus melek untuk hal-hal yang baru. Nggak jamannya lagi transaksi pengiriman uang atau pembayaran langsung di booth donasi atau kamu capek-capek ke ATM. Sekarang ada yang namanya QR CODE, dimana setiap transaksi yang kita lakuin cukup dengan menscan barcodenya saja, masukan nominal yang mau kamu bayar dan selesai. 

Ada berbagai macam applikasi yang bisa kamu download di SMARTPHONE kamu, download aja di playstore. Ada berbagai macam vendor yang menyediakan jasanya, mulai dari GO-PAY (GO-JEK punya), OVO (Mitra GRAB), DANA, LinkAja, dan berbagai dompet digital lainnya. Hayo dipilih-dipilh guys, jangan sampai melenial ketinggalan jaman, apalagi ketinggalan kereta hehe, bisa nda sampai tujuan kita nanti. 

Kembali ke topic, lalu bagaimana agar niatan kamu yang tadi ingin membantu dan turut andil memberikan donasi bisa terwujud? Berikut kiat-kiatnya: 

1. Download App Dompet digital (Sesuai yang tadi dijabarkan diatas, pilih salah satunya). 
2. Jangan lupa aktifkan dulu aplikasinya, agar bisa dipakai. 
3. Alihkan saldo ATM kamu ke dompet digital (Secukupnya, semuanya juga boleh hehe, up to you guys). 
4. Cari tahu, apakah donasi tadi menyediakan pembayaran yang memakai QR code atau tidak. 
5. Jika sudah buka applikasi kamu, scan barcode yang ada, masukan nominal donasi. 
6. Pastikan transaksi kamu sudah berhasil. 

Untuk kedepannya kamu tidak usah khawatir lagi, jika ingin berdonasi atau membantu orang yang membutuhkan. Tinggal Scann, masukan nominalnya dan transaksi kita selesai. Oiya, applikasi dompet digital ini juga bisa kamu pakai untuk pembayaran saat kamu berbelanja, baik itu secara online maupun offline di booth ataupun saat di pusat perbelanjaan. Bisa juga digunakan untuk membeli makanan dan minuman di restoran atauppun di merchant yang menyediakan mesin pembayaran via dompet digital. 

Kini, segala transaksi makin mudah dengan metode QR Code. Karena metode ini sudah diterapkan di banyak negara di Dunia, seperti India, China, AS, Afrika dan beberapa negara lainnya termasuk Indonesia. Dengan jumlah pemakai smartphone yang terus bertumbuh setiap tahunnya artinya kedepan bisa jadi kita tidak akan membawa lagi dompet tebal ataupun kartu debit yang biasa kita selipkan di dompet kita masing-masing. Begitupun jika ingin membayar kebutuhan sehari hari seperti membayar listrik, air pam, telpon bulanan, layanan tv kabel, internet dan membayar biaya rumah sakit hanya dengan membawa smartphone dan membayarnya dengan metode QR CODE. 

QR CODE mudahkan hidup kita, lancarkan segala transaksi. Mudah dimengerti dan mudah dipahami segala kalangan. Aman dibawa kemana saja tanpa harus takut ketinggalan kartu debit. Dan tentunya simple, tidak bikin ribet. Selamat mencoba QR Code Pembayaran Digital Ala Milenial. 

#feskabi2019 #gairahekonomi #pakaiQRstandar 











Senin, 04 November 2019

Hikmah Itu Ada Di Sekitar Kita

Jangan biasakan membuka barang dengan paksa ya guys. Baut ini contohnya, gak bisa dibuka, akhirnya dipalu, bengkoklah ia. Lalu kemudian menyesali perbuatannya (si pengetuk tadi), saat sudah dipasang kembali susah untuk dibuka, akhirnya harus diganti. Itupun dengan penuh perjuangan dan butuh waktu lama.
.
Ikhtisar kisah ini mungkin ada di sekitar hidup kita. Seringkali kita memaksakan sesuatu hal. Agar bisa manut, nurut, atau sesuai dan sejalan dengan apa yang kita inginkan. Tapi pada akhirnya malah membuat hal yang kita paksakan menjadi sesuatu yang sulit untuk digunakan atau bisa jadi setelah dipaksakan hilang fungsinya.
.
Mencoba untuk menggali setiap hikmah yang ada disekitar. Dan saya mencoba untuk membagikannya. Percaya atau tidak hidup ini dikelilingi dengan jutaan hikmah namun tak banyak orang yang peka untuk melihat hikmah sebagai sebuah pembelajaran hidup.
.
Ada yang menganggapnya angin lalu, biasa saja. Karena dianggap hanya sebuah rutinitas biasa karena dia sering atau pernah mengalaminya. Ada juga yg menganggap wow surprising ternyata ada yang bisa gue dapetin dari hal hal kecil yang ada di lingkaran hidup gue. .
So, yuk belajar peka buat setiap hikmah yang datang maupun pergi. Jangan biarkan dia hanya sebuah aktivitas biasa yang layaknya dilakukan orang banyak diluaran sana. Karena dengan menggali hikmah artinya kita semakin dengan dengan Tuhan.
.
Dulu ada sebuah ungkapan bahasa Arab yang pernah saya sampaikan saat tampil membawakan sebuah ceramah pendek (kultum) di jaman saya masih duduk di bangku Aliyah (setara SMA). Bunyinya seperti ini, "man arafa nafsahu faqod arofa robbuhu". Intinya adalah siapa yang mengenal dirinya maka dia mengenal siapa Tuhannya. Berat ya, berat, namanya juga hikmah, butuh perenungan, butuh putar kepala, putar otak putar ego dan banyak hal yang diputar sehingga menghasilkan satu circle yang harmonis. Circle itulah yang nantinya menghasilkan jutaan hikmah dari hal kecil yang tadinya di anggap remeh.
.
#hikmah #ego #circle #pelajaranhidup

Selasa, 29 Oktober 2019

Hutang itu SADIS. Jangan bernafsu untuk BERHUTANG.

Hutang itu SADIS. Jangan bernafsu untuk BERHUTANG.
Tapi bila ditelaah ada dua nilai sosial yang dihasilkan dari sebuah transaksi hutang.
Yang pertama nilai gotong royong, artinya saling membantu satu sama lain. Membantu jika mampu (artinya meminjamkan seutuhnya, sesuai yang ingin dipinjam). Membantu sebisanya (berapa pun yang ingin kita pinjamkan atau mungkin beri saja seikhlasnya dengan tanpa niatan memberikan hutang). Mendoakan jika tidak mampu, agar dipermudah urusannya.
Yang kedua nilai tenggang rasa, artinya memberikan tenggat waktu jika yang bersangkutan belum mampu membayar atau melunasi hutangnya kepada kita. Dengan demikian memperbarui akad hutang dimana yang bersangkutan akan membayar hutang-hutangnya nanti saat sudah ada uang misalnya (tanpa adanya batas waktu kapan). Atau bisa juga pada batas waktu yang disepakati sesuai perjanjian baru yang sudah disepakati.
Yang paling mulia dan santuy adalah dengan menganggap lunas hutang tersebut. Bisa jadi orang yang kita pinjamkan uang sedang benar benar sulit keuangannya atau karena bangkrut dan usahanya pailid. Maka langkah ini hanya mampu dilakukan oleh orang orang yang ikhlas dan hanya mengharapkan naungan Allah Suhanahu Wataala.
Sebagaimana di dalam sebuah hadist dikatakan;
“Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim no. 3006)
Sebagai penutup, jangan berhutang pada RENTENIR, jangan berhutang pada bank KONVENSIONAL, jangan berhutang pada PINJAMAN ONLINE. Ingat hutang itu sadis jangan bernafsu untuk berhutang. Karena berhutang itu bukan untuk memuaskan nafsu tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup kita (JIKA MENDESAK).
Saudaramu Lensa Akri

Jumat, 05 Oktober 2018

Perlukah Seorang Sales Ramah? (Friendly Attitude)

Hari ini kembali saya akan bercerita tentang pengalaman menjadi seorang #TrainingAdvisor di salah satu perusahaan training terkemuka di Indonesia. Ini sharing kedua, setelah tulisan saya terkait Motivasi & Ketertarikan minggu lalu.
.
Poin yang ingin saya bahas dalam kesempatan kali ini adalah tentang FRIENDLY. Udah gak asing kan dengan kata-kata ini?
Ya, bahasa Indonesinya RAMAH lah. Kenapa sih seorang Training Advisor atau Marketing atau Sales itu musti atau kudu ramah sama klien dan customernya? Bahkan kadang bagi perempuan harus melembut-lembutkan suaranya.
.
WHY nya saya tulis gede-gede supaya jelas arahnya. Saya analogikan begini, sederhananya dalam membangun suatu hubungan hal pertama yang kudu kita lakukan adalah melakukan PDKT alias pendekatan. Nah pedekate ini bisa berbagai macam bentuknya. Bisa dari menanyakan nama, kota domisili, tawarkan solusi bila yang terjadi adalah TROUBLE. 
.
1) Mengapa yang ditanyakan nama, kota domisili. Agar jelas identitas klien yang ingin kita bantu urusannya. Kalau saya secara pribadi sering melakukan hal tersebut agar jelas pemetaan pasar. Selain itu diharapkan saya bisa mengukur dan mengarahkan klien saya terkait solusi yang dibutuhkan.
.
2) Lakukan hal tersebut se-Friendly mungkin. Tanpa menyinggung ataupun membuat klien kita tidak nyaman. Dua identitas diatas akan sangat membantu meng-GOAL kan apakah akan closing pada akhirnya atau tidak. Nah, jadi kuncinya cuman ramah, kalau kamu ramah orang lain juga bakal balik ramah nanggapin semua chatingan atau obrolan kita. 
.
Sebenarnya ada point ketiga terkait profesi, namun tak semua orang nyaman ditanyakan hal tersebut. Tapi kalau kamu udah jadi Master Friendly 3 poin atau kunci ini bisa jadi acuan kamu. Demikian #SharingAdvisor hari ini, sampai jumpa esok.

Salam Advisor-Satu Visi Satu Misi