Kamis, 31 Oktober 2013

PEMUDA DAN PERUBAHAN

Bismillahirrahmaanirrahiim 

Alhamdulillah ku haturkan pada-Mu Ya Rabb, segala puji untuk-Mu yang menyinari kami dengan cahaya-cahaya penuh hidayah, dan memuliakan kami dengan kitab yang penuh dengan hikmah serta menghiasi dunia ini dengan wanita-wanita sholehah moga kita termauk orang-orang yang bersyukur dan istiqamah dalam kesholehan! Amin.

Sholawat dan salam untukmu yang selalu ku junjung sebagai guru sekalian alam atas ilmu yang engkau wariskan pada orang-orang alim hingga akhir zaman. Engkaulah mercusuar dalam kegelapan, penunjuk arah kemana perahu kami berlayar.

*Sebuah prolog 
“...Dan aku bergegas menuju-Mu Ya Rabbi, agar Kau merihoi.” (Q.S; Thoha’84)\


Kenangan di Akhir Kepengurusan (LPJ Leadership Camp)


Kelompok Yahya Bin Umar:
Hafizh Ash Shidiq
Endang Nugraha Saputra
Miftahul Huda
Usnul Fiqri
Siti Rahmah Yulianah
Keuis Kartinah
Diana Putri
Anis Indah Kurnia
Pendahuluan
Alhamdulillahirabbil’alamin, Segala puji beserta syukur kita ucapkan kepada Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karuniaNya lah, kita masih dapat merasakan nikmatnya sehat. Manisnya ilmu dan eratnya silaturrahmi. Tak lupa juga shalawat beriring salam kami haturkan kepada Sang Qudwah, Sang Murabbi sepanjang zaman ialah Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman nanti. Allah berfirman dalam surat An-nisa Ayat 9 yang artinya :
“ Dan hendaklah takut ( kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap ( kesejahteraan ) nya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”.
Kami sadari kaderisasi menjadi satu hal yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi. Dan bukan hanya sekedar kaderisasi begitu saja, ada metode atau cara ideal untuk melahirkan generasi yang ideal pula. Untuk melahirkan generasi ideal, yaitu generasinya para pemimpin diperlukan sebuah pelatihan yang mengasah kemampuan mental, fisik, wawasan, komunikasi dan pastinya kepemimpinan. Melalui rangkaian acara inilah yang insyaAllah mampu menciptakan generasi perubah “agent of change”.
Program LC ( Leadership Camp) adalah salah satu tahapan dari alur kaderisasi yang harus dilalui oleh para calon pemimpin yang akan memegang amanah di ORMAWA ( Organisasi Mahasiswa) untuk tahun berikutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan jiwa kepemimpinan dari angkatan 2011 yang selanjutnya akan menjalankan kepengurusan ORMAWA berikutnya. Pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit berbagi rekam jejak kelompok kami dalam mengikuti program LC tersebut. Semoga bermanfaat.

Rabu, 16 Oktober 2013

Pengalaman Jadi Jurnalis Sehari

LAPORAN HASIL WAWANCARA POS SEHAT AL-MAKMURIYAH 
 (Jl.. Pedati I Rt 005/010, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur)  


Berbagi adalah suatu kenikmatan karena dengan berbagi kita akan merasakan kebahagian yang orang lain rasakan juga. Karena indahnya memiliki adalah saat kita menyisihkan suatu hal yang kita sayangi, kita miliki kemudian kita berbagi. Maka dengan adanya suatu wadah sangat di perlukan demi terselenggarannya hal tersebut. Dan slah satunya adalah posko kesehatan tempat berbagi kebahagian betapa indahnya nikmat sehat yang ALLAH curahkan kepada kita hambanya.
Al-Makmuriyah sebuah nama majelis taklim yang berlokasikan di daerah Bidara Cina, dekat Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur. Bagaimana awal berdirinya pos sehat, yaitu diawali pergerakan dua orang pemuda yg semangat untuk membantu sesama, Memang awalnya, posko ini bukanlah sebuah tempat untuk berobat, hanya lebih rutinnya menggelar kegiatan pengajian, dalam komunitas majelis taklim, dan inipun berjalan sebagai agenda rutinitas mingguan.
Pak Zainal Abidin dan Pak Ishak yang kebetulan saat itu sama-sama bekerja dalam satu kantor. Namun karena beberapa hal, akhirnya mereka berdua ini berpisah. Dan akhirnya merekapun berpisah dan berbeda tempat kerja. Pak zainal membangun usahanya sendiri, saat itu bekerja di sebuah bank, namun hal itu tidak mneyurutkan semangatnya untuk membantu sesama dalam bentuk bantuan beras kepada warga sekitar. namun di lihat prospek dan pergerakannya dilihat tak menampakan manfaat yang berkesinambungan, yang nampak hanya bahwa beras itu habis. Selanjutnya pergerakan baru dimulai dalam bentuk pendananan dan pemberian modal usaha kepada warga secara cuma-cuma.

Teruntuk para pemuda (Negeri Pribumi)


Air mata ini mengingatkan


Betapa indahnya …
Betapa indahnya nikmat yang telah Kau peri
Dan tak pernah aku sadari
Betapa bodohnya negeri ini


Hilang pupus harapan peribumi
Hilang pupus karena ego separuh hati
Kau sebut ini kreasi
Namun ku sebut itu kebodohan


Sejauh ini tak pernah ku sadari
Bangsa ini hilang
Kau lengkapi kami
Kau sempurnakan kami


Sungguh telah jauh bangsaku…
Saudaraku sudah tak zaman lagi peseteruan itu...
Yang ada hanyalah kedamaian,,
Teruntuk kalian para pemuda,


Jangan kalian menyeru untuk berkilah..
Kalau memang merasa muda
Berikan suasana damai di negeri ini
Tapi kalau masih bersiteru


Berarti kalian telah kalah oleh masa
Berarti kalian itu adalah bayi
Bayi milenium yang dilahirkan oleh para banci
Bukan para ibu yang penuh dengan kelembutan


Bukan para ibu yang penuh kasih sayang
Doaku…
Harapku…
Damai tercipta dinegeri pribumi


By: IRCiT (Ibnu Raebi Ci Tiy)
MPS_D 2011





Bibliografi

Nama lengkap : Usnul Fiqri
Nama fb : Ibnu Raebi Ci Tiy
No.hp : 08531226658
Alamat lengkap: Gg. Tulang kuning, parung- bogor.
Prestasi menulis: belum ada (hanya saja senang menulis di blog)
Keseharianku adalah seorang mahasiswa semester empat jurusan Management Perbankan Syariah di sebuah STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) SEBI, yang bertempat di kawasan Bojong sari-Depok. Aku merupakan anak ke empat dari lima bersaudara. Awalku menulis adalah saat duduk di bangku sekolah dasar, yang diawali pemberian tugas oleh salah seorang guruku untuk membuat puisi. Entah apa yang ku tulis saat itu, karena memang hobiku saat itu bukanlah menulis melainkan matematika dan menggambar. Namun sejalan beriringnya waktu, aku mulai jatuh cinta akan namanya sastra. 

Hingga semuanyanya memuncak disaat terakhir bangku sekolah dasar nilai Ujian Nasionalku tertinggi bukan hanya Bahasa Indonesia, namun mencakup seluruh mata pelajaran yang diujiankan. Alhmdulillah saat itu juga aku menjadi lulusan terbaik walaupun setingkat SD. Entah kenapa di tingkat selanjutnya SMP dan Madrasah Aliyah seolah aku tersihir, hanya bahasa dan sastra tujuanku. Namun bukan berarti ku tak suka pelajaran yang lain, tapi memang yang lebih menonjol diantara semua adalah sastra, hal itu juga didukung oleh guru sastra dan bahasaku saat itu. 

Ia pun pernah membawa kami ke salah satu rumah puisi yang jauh dari tempatku bersekolah dan ternyata rumah puisi itu adalah milik salah seorang sastrawan nasional “Taufik Ismail”, saat bertemu dan bercengkrama dengan beliau justru semakin menambah motivasiku untuk maju kedepannya meraih cita-citaku menulis sebuah buku. Walaupun belum tercapai ku harap dalam waktu dekat ini akan ku wujudkan itu. “Yakin dan katakan bisa itulah moto hidupku”

Terimakasih guruku “terimaksih Bp. Taufik Ismail” atas motivasi dan dorongannya














Indonesiaku yang malang



(Surganya abdi dunia nerakanya abdi Tuhan)
Oleh: Usnul FiQri
41102038
Beberapa pekan ini begitu nyaring di telinga kita, berbagai media memberitakan beberapa hal terkait problematika yang sedang di alami bangsa ini. Mulai dari bencana longsor, banjir kasus korupsi para pejabat, kecelakaan bus yang diakibatkan rem blong yang merenggut jiwa-jiwa generasi muda, presiden yang katanya akan menaikkan gaji para pejabat daerah, moral para guru pendidik yang mulai rusak, yang yang seharusnya menjadi panutan kearah yang positif malah merusak masa depan anak didiknya., biaya kesehatan yang katanya gratis dan di tanggung pemerintah namun malah mendatangkan musibah bagi rakyat miskin, perampokan dimana-mana, penipuan dengan modus investasi bodong, keharmonisan yang sudah mulai terkikis oleh perkembangan masa, serta para artis juga tidak ketinggalan memberikan sumbangsihnya untuk menutup rangkaian berita media masa. Sungguh derita berhiaskan musibah benar-benar melanda bangsa ini. Sungguh indonesiaku yang malang, surganya abdi dunia nerakanya abdi Tuhan dan masyarakat.
Pada beberapa hal negara ini dapat dikatakan maju, namun itu hanyalah bersifat segelintir,  sedangkan dilini yang lain kita sangat terbelakang. Realita pemerintahan kita bersifat kinerja mulut, bukan relevansi dari sebuah kinerja yang selama ini mereka koarkan disetiap kampanye sebelum mereka terpilih menjadi wakil rakyat. Semuanya tak nyata bagi kita hanya memberikan mimpi buruk dikemudian hari. Seandainya mereka menuliskan apa yang sudah mereka lontarkan kepada kita tentang segudang aktifitas yang akan mereka curahkan, demi kemajuan bangsa ini tentunya dia akan tahu musuh-musuhnya (red. Amanah).
Godaan memang akan selalu dialami saat seseorang sudah memangku sebuah amanah, mengemban harapan rakyatnya. Bukan bingung dalam kenikmatan duniannya. Seharusnya ada pengurutan mana yang harus ia prioritaskan. Yang harus ditekankan adalah hindari berdebatan terkait fikroh (red. Pemikiran yang berbeda) dan adat yang nantinya hanya menghasilkan debat kusir yang tak berujung dan bersifat rancu pada sebagian orang. Perbanyak memberi dan lakukan kontribusi, itulah yang kita tunggu. Posisikan diri sebagai abdi negara bukan abdi dunia, kenali diri siapa kita, karena hidup tiadakan lama.
Jangan tergoda oleh uang yang sekarang, namun tergodalah untuk uang yang akan datang. Jangan tergoda oleh kenikmatan sekarang yang akan menghancurkan masa depanmu, namun tergodalah oleh kenikmatan yang akan datang. Seandainya para pejabat kita berfikir seperti apa yang penulis katakan, alangkah bahagianya kita diperhatikan oleh pemerintah yang telah kita pilih sesuai dengan aspirasi yang kita inginkan.
Apabila ditanyakan satu hal, mana yang anda pilih orang kaya yang bersyukur atau orang miskin yang sabar. Saya yakin anda akan menjawab orang kaya yang bersyukur. Namun  jawabanya adalah tentunya orang kaya yang sabar. Orang kaya dinegeri ini dapat dikatakan banyak, hanya saja semuanya bersifat individual asset. Orang kaya dinegeri ini banyak yang tidak sabar. Tidak sabar dalam artian selalu focus dengan pekerjaannya masing-masing atau juga dikatakan sok sibuk. Jangankan ingat terhadap lingkungannya, bisa jadi keluarganya sendiri tak mereka ingat. Lupa akan sekitar, tak ingat akan selingkar. Pada lini lain yang justru dimotivasi oleh nafsu keduniawian, hasrat ingin menambah kekayaan dan berbagai sebab lainnya.
Dapat saya katakana bahwa hidup ini penuh dengan pujian dan hinaan. Ya begitulah, maka saya katakan bersyukurlah ketika orang lain menghina anda karena ditengah kehinaan lahir sebuah kekuatan, namun jangan anda bayar orang lain untuk menghina anda. Dan berlindunglah ketika orang lain memuji anda karena ditengah pujian akan lahir sebuah kelemahan, namun jagan anda bayar orang lain agar tidak mau memuji anda.  Jadilah pribadi anda maka anda akan bekerja dengan segenap kemampuan yang anda punya. Jangan dengarkan orang lain karena hakikat kehidupan adalah disaat anda sudah mengenal diri anda sendiri dan berusaha semaksimal mungkin dengan apa yang kita punya( Nasihat salah satu dosenku).
Yang miris di bangsa ini juga adalah kurangnya kepedulian akan sesama, kurangnya rasa cinta dan kasih diantara sesama manusia. Bagaimana mengembalikan cinta kasih bangsa ini kembali? Itu menjadi PR besar bagi kita semua, bukan hanya pihak terkait ataupun pemerintah setempat. Mana Indonesia yang kita kita dulu, kita selalu bangga akan prestasi orang-orang terdahulu, hingga kita lupa dan terlarut dalam cerita lama. Kita selau mengadang-gadangkan bhineka tunggal ika, walaupun kita berbeda suku, bangsa, agama ataupun ras, namun kita tetap satu. Satu nusa, satu bahasa, satu pemikiran dan satu hati.  Hidup ini bukan hanya sekedar menjawab pertanyaan, tapi bagaimana kita bisa mengerti akan sebuah pertanyaan.
Artinya kita perlu merenungi kembali kemana nilai-nilai religious bangsa kita, dimana semangat persatuan yang selalu kita busungkan dan apa yang sudah kita berikan pada bangsa ini. Bukan hanya menuntut akan sebuah hal yang realitanya hanya memberikan bayang semu dan janji palsu.
Negara kita saat ini adalah layaknya orang yang terjangkit penyakit “Post Power Syndrome”, dimana gejala-gejala yang terjadi adalah si penderitanya hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya, baik itu karier, kecantikan, ketampanannya, kecerdasan dan kepintarannya ataupun hal lainnya. Seolah tak bisa memandang realita yang ada saat ini dan lebih cenderung sibuk dalam dunianya masing-masing, menciptakan ilusi dunia pengganti untuk dunia yang dijalaninya saat ini dimana ia merasa nyaman sendiri tanpa ada yang mengusik. Miris, memang miris namun itulah kita.
Saudaraku hidup itu adalah sebuah pembelajaran, bukan saling mengurui. Apabila ada salah maka semua adalah nilai manusiawi yang kita miliki. Maka dari itu alangkah baiknya kita saling berbagi akan sebuah kelebihan, karena suatu kelebiha akan sangat bermanfaat saat ia dibagikan. Karena pendidikan yang berkualitas bukan hanya milik orang yang mempunyai kemampuan dalam hal finansial saja, namun hendaknya dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Yang perlu ditekankan lagi adalah sejauh mana kelebihan yang dimiliki bangsa ini bermanfaat bagi rakyatnya agar menjadi pribadi yang kuat lagi kokoh. Karena sebuah kekuatan  melahirkan kesatuan, kesatuan melahirkan keyakinan. Solusinya adalah bergerak dan bergerak. Karena pergerakan ya, pergerakan adalah kunci keberhasilan bangsa ini. Selama masih ada para pemuda dan selama semangat untuk membangun bangsa ini tak pernah padam dan selama mimpi-mimpi itu juga tak pernah redup. Maka pergerakan itu akan muncul, yakin dan percayalah. Smoga…



Jumat, 04 Oktober 2013

Derapan Syair Untuk Ibu II

Aku bukan seorang penyair.....
Aku bukan seorang pujangga.....

Yang karyanya dipuja-puja.....
Namun dengan segenap apa yang ku punya.....

Ku kan selalu menyanjungmu ibu.....
Seorang sosok penuh kelembutan.....

Walau ku tau ada masa saat khilafku padamu.....
Smua tak lepas dari gelapku....

Ibu.....Aku tau betapa penuh kesahmu.....
Begitu berat keluhmu padaku.....

Tapi semua tak kau tampakkan.....
Karena cintamu untukku.....

Kadang kalamku tak bertempat di hatimu.....
Begitu jua langkah yang tak seiring dengan harapmu ibu.....

Hingga tak jarang tetesan bening itu....
Jatuh membasahi pipimu.....









Selasa, 01 Oktober 2013

Menulislah, Karena menulis itu menakjubkan


Write is amazaing
Smua orang memiliki impian, smua orang mempunyai cita-cita, tapi tak ada yang tahu kapan semua itu kan terwujud. Aku yang mempunyai mimpi tuk menjadi seorang penulis besar, terkenal dan menginspirasi orang banyak tak tahu kapan hal itu akan terwujud. Tapi setelah mengobrol dengan salah seorang teman lama yang mempunyai hobi yang sama saat di jenjang pendidikan Aliyah dulu memberikan motivasi baru dalam mimpiku. Smua berawal dari inisiatifku untuk melakukan sharing padanya via chating di facebook. kurang lebih begini percakapanku dengannya. Layaknya percakapan antara satu orang dengan orang lain, pastinya semua diawali dengan berbasa-basi.

"Asslmkm Dian, kaifa haal?", jadi nama temanku itu adalah Dian, Mahasiswa UGM Fakultas Ilmu Bahasa kalau tidak salah, hehe maklum sedikit lupa ^^ . "Waalaikumussalam wr.wb... alhmdulillah shat," jawabnya padaku ditimpali dengan icon senyuman :). lanjut ya ceritanya, aku katakan padanya, "mau nanya boleh??", lantas iapun kembali memberikan sebuah jawaban yang kurang lebih begini bunyinya. "Boleh..," cukup jawaban yang simple, karena pertanyaanku kan simple juga, cukup adil kan.

Sebenarnya aku mempunyai rasa penasaran yang teramat besar padanya, apa kiat-kiatnya dalam dunia tulis-menulis sehingga di usianya yang masih muda, sudah bisa membuahkan karya indie. Apa motivasinya, apa resep-resepnya. Ingin semuanya ku tanyakan dan ku ungkit resep dan menu rahasia sukses seorang Dian.