Rabu, 16 Oktober 2013

Pengalaman Jadi Jurnalis Sehari

LAPORAN HASIL WAWANCARA POS SEHAT AL-MAKMURIYAH 
 (Jl.. Pedati I Rt 005/010, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur)  


Berbagi adalah suatu kenikmatan karena dengan berbagi kita akan merasakan kebahagian yang orang lain rasakan juga. Karena indahnya memiliki adalah saat kita menyisihkan suatu hal yang kita sayangi, kita miliki kemudian kita berbagi. Maka dengan adanya suatu wadah sangat di perlukan demi terselenggarannya hal tersebut. Dan slah satunya adalah posko kesehatan tempat berbagi kebahagian betapa indahnya nikmat sehat yang ALLAH curahkan kepada kita hambanya.
Al-Makmuriyah sebuah nama majelis taklim yang berlokasikan di daerah Bidara Cina, dekat Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur. Bagaimana awal berdirinya pos sehat, yaitu diawali pergerakan dua orang pemuda yg semangat untuk membantu sesama, Memang awalnya, posko ini bukanlah sebuah tempat untuk berobat, hanya lebih rutinnya menggelar kegiatan pengajian, dalam komunitas majelis taklim, dan inipun berjalan sebagai agenda rutinitas mingguan.
Pak Zainal Abidin dan Pak Ishak yang kebetulan saat itu sama-sama bekerja dalam satu kantor. Namun karena beberapa hal, akhirnya mereka berdua ini berpisah. Dan akhirnya merekapun berpisah dan berbeda tempat kerja. Pak zainal membangun usahanya sendiri, saat itu bekerja di sebuah bank, namun hal itu tidak mneyurutkan semangatnya untuk membantu sesama dalam bentuk bantuan beras kepada warga sekitar. namun di lihat prospek dan pergerakannya dilihat tak menampakan manfaat yang berkesinambungan, yang nampak hanya bahwa beras itu habis. Selanjutnya pergerakan baru dimulai dalam bentuk pendananan dan pemberian modal usaha kepada warga secara cuma-cuma.

Dan modal usaha tak juga menampakan hasil yang significant. Kemudian Pak Ishak mempunyai sebuah inisiatif baru lagi untuk mendirikan semacam rumah sakit dan akhirnya ide itupun disetujui. Yang mana tempat penyelenggaraan posko kesehatan mulanya adalah sebuah gedung milik Pak Ponco. Hasil hibah dari orang lain juga yang semulanya di jadikan sebagai tempat dan markas bagi Majlis Taklim. Sedangkan dilain kesempatan juga di alih fungsikan sebagai Posko Siaga, Rw Siaga, P.A.U.D, Posyandu juga dan posko kesehatan saat ini (semacam gedung serbaguna).
Kesehariannya posko kesehatan ini di naungi oleh Bapak Ali seorang pria paruh baya yg bisa dikatakan sudah lanjut usia, namun masih saja memiliki semangat untuk saling membantu meski ditengah kehidupan yang tidak juga berkecukupan. Pria bertubuh kecil mungil ini mengabdikan dirinya walaupun di tengah kesibukannya menjadi ketua juga pada Rt 14 di jalan H.Yahya No. 51E Rt 014/010. Bersama rekan-rekan relawan lainnya mereka memperjuangkan kesehatan dan pengobatan bagi warga kurang mampu. Lahir dari sebuah ideology jiwa sosial dan rasa ingin membantu sesame.  Awal 11 April 2007 itulah tahun dimana awal bermulanya posko kesehatan almakmuriyah berdiri kokoh di bawah naungan lkc dompet dhuafa. Sekitar 6 tahuanan sudah lembaga ini bergerak dan terus berkarya dengan tekad menyembuhkan penyakit masyarakat kurang mampu atas izin Tuhan.
 Latar belakang yang sangat significant yang melatar belakangi berdirinya posko ini adalah sebuah keinginan untuk berbagi untuk masyarakat yg kurang mampu untuk berobat. Minimnya jumlah puskesmas, jauhnya akses menuju rumah sakit, dll. Karena kita lihat problematika yg terjadi saaat ini sangat memilukan dimana satu keluarga mampu untuk memasak tetapi tak sanggup untuk pergi berobat. Posko sehat ini gratis 100 % bagi siapa saja yang mendaftar dan ingin berobat kesana, terutama warga lingkunagn kelurahan bidara cina. Dan tidak menutup kemungkinan untuk warga lain.
 Untuk pergi berobat dengan syarat bahwa sudah memenuhi ketentuan siapa saja yg memang benar-benar berhak dan kurang mampu.  Agar hal ini tepat sasaran, maka semuanya diawalai dari survey terlebih dahulu kepada kepala keluara yg berada di lingkungan tetangga dan kelurahan cipinang ciputat. Langkah survey ini diambil dg harapan bahwa bantuan memang telah tepat sasaran. Survey ini di lakukan mulai dari pendataan dari jumlah anggota keluarga, besarnya pendapatan perbulannya dan juga pola makan dlam satu hari, uang belanja pun tak luput dri pendataan, penilaian dalam bntuk form ini di harapkan memang betul-betul tepat dan layak.

Dari penilaian juga di dapatkan satu hal yang unik, adanya keluarga yang tingal dalam rumah yg di katakana cukup wah lah untuk kita. Setelah itu barulah adanya penijauan kembali agar tidak adanya kecurangan yg dilakukan oleh masyarakt yg sebenarmnya mampu untuk berobat tetapi mlhan ikut pula mndaftar. Rumah mewah namun tak memiliki apa2, setelah survey diangap sudah tepat, barulah diterima permohonan warga yg sudah mendaftar di posko dan ingin berobat.
Saat rencana berdiri sudah siap, maka langkah awal yang yg di canagkan adal mencari masa atau anggota yang menunjang demi terselenggarnya rumah sehat ini. Peserta yg berobat nantynya akan di berikan kartu anggota. Dari pendataan itulah baru jelas pola pergerakan posko kedepannya, siapa target yg membuthuhkan, siapa yg harus di bantu dan siapa yg memang patut dan layak mendapatkan pertolongan. Data awal  kemudian  di saring kembali kebenarannya smua ini dilakukan tanpa adanya batasan kuota terhadap pasien. Untuk katarak pak Alipun berinisiatif sndiri memberikan gagasan dan bntuan terhadpa si penderitannya,untuk penyakit yg satu ini memang pak Ali membuka untuk seluruh daerah dimana saja. Bahwan pernah mereka di tipu oleh seorang yg kaya asal tangerang.  Yg mengikuti pengobatan gratis katarak , sgt disayangkan bahwa ia mamapu mengaku kurang mampu, itu sungguh zholim dan mengambil hak orang lain. Dan kurang lbih diterima laporan bahwa posko kesehatan menerima pasien setiap jam kerjanya kurang lebih sekitar 30 0rang dan jika di kalkulasikan perbulannya posko kesehatan almakmuriyah telah melayani  kira-kira 120 pasien
Sejauh berdirinya posko kesehatan ini, ada beberapa kendala yang dialami adalah terkait sarana dan prasadana dan keuangan yang tersedia masih sangat minim dan apa adanya. Terkait dokter dan obat-obatan sudah di bantu oleh LKC selaku mitra dan mutual. Dari pelayanan pun di nilai bahwa dokter dan relawan sangat kewalahan melayani pasien di karenakan minimnya jumlah dokter dan tingkat pengetahuan relawan tentang obat-obatan. Sejauh ini baru ada satu orang dokter yang selalu setia melayani, yaitu dokter Vitri. Beliau dikenal sebagai sosok yang mempunyai nilai keibuan dan lembut dalam melayani pasien sehingga keramahannya membuat warga betah untuk berobat disana. Namun tetap saja di balik itu semua ada hal lain yang perlu di perhatikan adalah perlu adanya penambahan jumlah dokter. Agar posko kesehatan tidak lagi kewalahan dalam setiap hari kerja. Kemudian perlu adanya tambahan hari kerja di setiapa minggunya, saat ini masih berlangsung jam kerja selama 2 hari dalam seminggu. Yakni pada hari rabu dan jumat. 
Pengembangan dan gebrakan yg dilakukan belum pada titik berlari, baru pada proses berjalan dimana beberpa kegiatanpun diantaranya seminar dan penyuluhan, itu pun diadakan 2 kali dalam setahun yang sponsori juga oleh LKC. Namun sesekali juga ada dokter dari luar yg mengadakan langsung di posko kesehatan Almakmuriyah.

Suka dan duka menjalani aktivitas di dalam pos sehat  tentunya mempunya warnai masing-masing baik itu bagi pak Ali dan para relawan lainnya,  suka yang pertama adalah menghadapi banyak orang sakit, dimana pasien membludak dalam jumlah yang lumayan. Melayani dibawah keterbatasan merupakan sebuah tantangan dan pengalsmsn ysng tak bisa di lupakan begitu saja.

Wargapun menanggapi dengan kehadiran pos sehat dengan sangat antusias. Nilai-nilai positif yang terkandung dalam kinerja dan prakteknya memberikan sebuah pandangan bahwa pos sehat ini dapat menjadi tolak ukur bangkitnya jumlah warga sehat di lingkungan sekitarnya.  Sangat tidak mungkin rasanya, apabila dengan kehadiran pos sehat justru malah menjustifikasi sebuah pola fikir negative.  Kebutuhan akan kesehatan, besarnya biaya pengobatan, malah mendorong warga untuk lebih memilih pergi berobat ke pos sehat dimana memang pos sehat menerima pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi terkait kesehatan secara gtratis.
Masih ingat di benak salah seorang relawan saat pos sehat masuk dalam berita Koran Tangerang, 2011 silam. Dalam topic itu dikatan pos sehat Almakmuriyah sebuah wadah kesehatan yang mungil kewalahan menghadapi jumlah pasien yang membludak. Berarti ada sedikit kerepotan disini, dan hal itulah yang perlu diubah untuk kedepannya. Masyarakat menanggapi hadirnya pos sehat justru sangat membantu mereka terutama keluarga sakit yang kurang mampu. Atau pos sehat ini sudah menjadi tempat kunsulyan kesehatan yang nyata memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, ikhlas dan tanpa pamrih.
Pengalaman yang sudah-sudah dari pasien yang pernah berobat ke posko kesehatan mengatakan tingkat kepuasan cukup tinggi. Karena mereka menilai bahwa setelah berobat di posko kesehatan almakmuriyah ada perkembangan yang cukup drastis. Adanya kesesuaian dan kecocokan obat yang di berikan dan resep-resep yang dianjurkan pun di anggap manjur. Sedikit demi sedikit-sedikit, perlahan tapi pasti ada sebuah hasil yang mereka harapkan sehingga merekapun akhirnya merasa puas atas pelayanan yang di sajikan oleh posko kesehatan.

Suatu kemajuan untuk Rw 10 adalah hadirnya posko kesehatan ini. Mencari pahala itu susah dan disinilah tempat untuk mencarinya. Di tengah kesibukannya mereka  bekerja, teman-teman kader dan relawan mau menyibukan diri dalam aktivitas melayani masyarakat di posko kesehatan, walupun mereka tahu hal ini tidak di bayar, walaupun rata-rata mereka tidak memiliki basic dan dasar tentang masalah kesehatan apa lagi pengetahuan tentang obat-obatan. Rata-rata kaderpun adalah berlatar belakng orang umum, dengan kata lain awam tentang dunia resep meresep dokter. Maka secara tidak langsung pos sehat menjadi sebuah wadah pembelajaran bagi para relawan dan para kader.
Perkembangan untuk  pos sehat sejauh ini sangat bagus, hanya saja terkendala dalam beberapa hal. Dalam wawancara dengan Bpak Ali pun saya di tunjukan  hal-hal terkait pelaporan, posko kesehatan almakmuriyah dan diketahuai bahwa memang posko kesehatan 
ini termasuk pos sehat yg rajin melaporkan kegiatannya dalam bentuk apapun.













 
 
.


Share this

0 Comment to "Pengalaman Jadi Jurnalis Sehari"

Posting Komentar