LAPORAN HASIL WAWANCARA POS SEHAT AL-MAKMURIYAH
(Jl.. Pedati I Rt 005/010, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur)
Berbagi
adalah suatu kenikmatan karena dengan berbagi kita akan merasakan kebahagian
yang orang lain rasakan juga. Karena indahnya memiliki adalah saat kita
menyisihkan suatu hal yang kita sayangi, kita miliki kemudian kita berbagi.
Maka dengan adanya suatu wadah sangat di perlukan demi terselenggarannya hal
tersebut. Dan slah satunya adalah posko kesehatan tempat berbagi kebahagian
betapa indahnya nikmat sehat yang ALLAH curahkan kepada kita hambanya.
Al-Makmuriyah
sebuah nama majelis taklim yang berlokasikan di daerah Bidara Cina, dekat
Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur. Bagaimana awal berdirinya pos sehat,
yaitu diawali pergerakan dua orang pemuda yg semangat untuk membantu sesama, Memang
awalnya, posko ini bukanlah sebuah tempat untuk berobat, hanya lebih rutinnya
menggelar kegiatan pengajian, dalam komunitas majelis taklim, dan inipun
berjalan sebagai agenda rutinitas mingguan.
Pak
Zainal Abidin dan Pak Ishak yang kebetulan saat itu sama-sama bekerja dalam satu
kantor. Namun karena beberapa hal, akhirnya mereka berdua ini berpisah. Dan
akhirnya merekapun berpisah dan berbeda tempat kerja. Pak zainal membangun
usahanya sendiri, saat itu bekerja di sebuah bank, namun hal itu tidak
mneyurutkan semangatnya untuk membantu sesama dalam bentuk bantuan beras kepada
warga sekitar. namun di lihat prospek dan pergerakannya dilihat tak menampakan
manfaat yang berkesinambungan, yang nampak hanya bahwa beras itu habis. Selanjutnya
pergerakan baru dimulai dalam bentuk pendananan dan pemberian modal usaha
kepada warga secara cuma-cuma.
Dan modal usaha tak juga menampakan hasil yang significant. Kemudian Pak Ishak mempunyai sebuah inisiatif baru lagi untuk mendirikan semacam rumah sakit dan akhirnya ide itupun disetujui. Yang mana tempat penyelenggaraan posko kesehatan mulanya adalah sebuah gedung milik Pak Ponco. Hasil hibah dari orang lain juga yang semulanya di jadikan sebagai tempat dan markas bagi Majlis Taklim. Sedangkan dilain kesempatan juga di alih fungsikan sebagai Posko Siaga, Rw Siaga, P.A.U.D, Posyandu juga dan posko kesehatan saat ini (semacam gedung serbaguna).
Kesehariannya
posko kesehatan ini di naungi oleh Bapak Ali seorang pria paruh baya yg bisa
dikatakan sudah lanjut usia, namun masih saja memiliki semangat untuk saling
membantu meski ditengah kehidupan yang tidak juga berkecukupan. Pria bertubuh
kecil mungil ini mengabdikan dirinya walaupun di tengah kesibukannya menjadi
ketua juga pada Rt 14 di jalan H.Yahya No. 51E Rt 014/010. Bersama rekan-rekan
relawan lainnya mereka memperjuangkan kesehatan dan pengobatan bagi warga
kurang mampu. Lahir dari sebuah ideology jiwa sosial dan rasa ingin membantu
sesame. Awal 11 April 2007 itulah tahun
dimana awal bermulanya posko kesehatan almakmuriyah berdiri kokoh di bawah
naungan lkc dompet dhuafa. Sekitar 6 tahuanan sudah lembaga ini bergerak dan
terus berkarya dengan tekad menyembuhkan penyakit masyarakat kurang mampu atas
izin Tuhan.
Latar belakang yang sangat significant yang melatar
belakangi berdirinya posko ini adalah sebuah keinginan untuk berbagi untuk
masyarakat yg kurang mampu untuk berobat. Minimnya jumlah puskesmas, jauhnya
akses menuju rumah sakit, dll. Karena kita lihat problematika yg terjadi saaat
ini sangat memilukan dimana satu keluarga mampu untuk memasak tetapi tak
sanggup untuk pergi berobat. Posko sehat ini gratis 100 % bagi siapa saja yang
mendaftar dan ingin berobat kesana, terutama warga lingkunagn kelurahan bidara
cina. Dan tidak menutup kemungkinan untuk warga lain.
Untuk pergi berobat dengan syarat bahwa sudah
memenuhi ketentuan siapa saja yg memang benar-benar berhak dan kurang mampu. Agar hal ini tepat sasaran, maka semuanya
diawalai dari survey terlebih dahulu kepada kepala keluara yg berada di lingkungan
tetangga dan kelurahan cipinang ciputat. Langkah survey ini diambil dg harapan
bahwa bantuan memang telah tepat sasaran. Survey ini di lakukan mulai dari
pendataan dari jumlah anggota keluarga, besarnya pendapatan perbulannya dan
juga pola makan dlam satu hari, uang belanja pun tak luput dri pendataan,
penilaian dalam bntuk form ini di harapkan memang betul-betul tepat dan layak.
Dari
penilaian juga di dapatkan satu hal yang unik, adanya keluarga yang tingal
dalam rumah yg di katakana cukup wah lah untuk kita. Setelah itu barulah adanya
penijauan kembali agar tidak adanya kecurangan yg dilakukan oleh masyarakt yg
sebenarmnya mampu untuk berobat tetapi mlhan ikut pula mndaftar. Rumah mewah
namun tak memiliki apa2, setelah survey diangap sudah tepat, barulah diterima
permohonan warga yg sudah mendaftar di posko dan ingin berobat.
Saat
rencana berdiri sudah siap, maka langkah awal yang yg di canagkan adal mencari
masa atau anggota yang menunjang demi terselenggarnya rumah sehat ini. Peserta
yg berobat nantynya akan di berikan kartu anggota. Dari pendataan itulah baru
jelas pola pergerakan posko kedepannya, siapa target yg membuthuhkan, siapa yg
harus di bantu dan siapa yg memang patut dan layak mendapatkan pertolongan.
Data awal kemudian di saring kembali kebenarannya smua ini
dilakukan tanpa adanya batasan kuota terhadap pasien. Untuk katarak pak Alipun
berinisiatif sndiri memberikan gagasan dan bntuan terhadpa si
penderitannya,untuk penyakit yg satu ini memang pak Ali membuka untuk seluruh
daerah dimana saja. Bahwan pernah mereka di tipu oleh seorang yg kaya asal
tangerang. Yg mengikuti pengobatan gratis
katarak , sgt disayangkan bahwa ia mamapu mengaku kurang mampu, itu sungguh
zholim dan mengambil hak orang lain. Dan kurang lbih diterima laporan bahwa
posko kesehatan menerima pasien setiap jam kerjanya kurang lebih sekitar 30 0rang
dan jika di kalkulasikan perbulannya posko kesehatan almakmuriyah telah
melayani kira-kira 120 pasien
Sejauh
berdirinya posko kesehatan ini, ada beberapa kendala yang dialami adalah
terkait sarana dan prasadana dan keuangan yang tersedia masih sangat minim dan
apa adanya. Terkait dokter dan obat-obatan sudah di bantu oleh LKC selaku mitra
dan mutual. Dari pelayanan pun di nilai bahwa dokter dan relawan sangat
kewalahan melayani pasien di karenakan minimnya jumlah dokter dan tingkat
pengetahuan relawan tentang obat-obatan. Sejauh ini baru ada satu orang dokter
yang selalu setia melayani, yaitu dokter Vitri. Beliau dikenal sebagai sosok
yang mempunyai nilai keibuan dan lembut dalam melayani pasien sehingga
keramahannya membuat warga betah untuk berobat disana. Namun tetap saja di
balik itu semua ada hal lain yang perlu di perhatikan adalah perlu adanya
penambahan jumlah dokter. Agar posko kesehatan tidak lagi kewalahan dalam
setiap hari kerja. Kemudian perlu adanya tambahan hari kerja di setiapa
minggunya, saat ini masih berlangsung jam kerja selama 2 hari dalam seminggu.
Yakni pada hari rabu dan jumat.
Pengembangan
dan gebrakan yg dilakukan belum pada titik berlari, baru pada proses berjalan
dimana beberpa kegiatanpun diantaranya seminar dan penyuluhan, itu pun diadakan
2 kali dalam setahun yang sponsori juga oleh LKC. Namun sesekali juga ada
dokter dari luar yg mengadakan langsung di posko kesehatan Almakmuriyah.
Suka
dan duka menjalani aktivitas di dalam pos sehat
tentunya mempunya warnai masing-masing baik itu bagi pak Ali dan para
relawan lainnya, suka yang pertama
adalah menghadapi banyak orang sakit, dimana pasien membludak dalam jumlah yang
lumayan. Melayani dibawah keterbatasan merupakan sebuah tantangan dan
pengalsmsn ysng tak bisa di lupakan begitu saja.
Wargapun
menanggapi dengan kehadiran pos sehat dengan sangat antusias. Nilai-nilai
positif yang terkandung dalam kinerja dan prakteknya memberikan sebuah
pandangan bahwa pos sehat ini dapat menjadi tolak ukur bangkitnya jumlah warga
sehat di lingkungan sekitarnya. Sangat
tidak mungkin rasanya, apabila dengan kehadiran pos sehat justru malah
menjustifikasi sebuah pola fikir negative.
Kebutuhan akan kesehatan, besarnya biaya pengobatan, malah mendorong
warga untuk lebih memilih pergi berobat ke pos sehat dimana memang pos sehat
menerima pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi terkait kesehatan secara
gtratis.
Masih
ingat di benak salah seorang relawan saat pos sehat masuk dalam berita Koran
Tangerang, 2011 silam. Dalam topic itu dikatan pos sehat Almakmuriyah sebuah
wadah kesehatan yang mungil kewalahan menghadapi jumlah pasien yang membludak.
Berarti ada sedikit kerepotan disini, dan hal itulah yang perlu diubah untuk
kedepannya. Masyarakat menanggapi hadirnya pos sehat justru sangat membantu
mereka terutama keluarga sakit yang kurang mampu. Atau pos sehat ini sudah
menjadi tempat kunsulyan kesehatan yang nyata memberikan pelayanan dengan
sepenuh hati, ikhlas dan tanpa pamrih.
Pengalaman
yang sudah-sudah dari pasien yang pernah berobat ke posko kesehatan mengatakan
tingkat kepuasan cukup tinggi. Karena mereka menilai bahwa setelah berobat di
posko kesehatan almakmuriyah ada perkembangan yang cukup drastis. Adanya
kesesuaian dan kecocokan obat yang di berikan dan resep-resep yang dianjurkan
pun di anggap manjur. Sedikit demi sedikit-sedikit, perlahan tapi pasti ada
sebuah hasil yang mereka harapkan sehingga merekapun akhirnya merasa puas atas
pelayanan yang di sajikan oleh posko kesehatan.
Suatu
kemajuan untuk Rw 10 adalah hadirnya posko kesehatan ini. Mencari pahala itu
susah dan disinilah tempat untuk mencarinya. Di tengah kesibukannya mereka bekerja, teman-teman kader dan relawan mau
menyibukan diri dalam aktivitas melayani masyarakat di posko kesehatan, walupun
mereka tahu hal ini tidak di bayar, walaupun rata-rata mereka tidak memiliki
basic dan dasar tentang masalah kesehatan apa lagi pengetahuan tentang
obat-obatan. Rata-rata kaderpun adalah berlatar belakng orang umum, dengan kata
lain awam tentang dunia resep meresep dokter. Maka secara tidak langsung pos
sehat menjadi sebuah wadah pembelajaran bagi para relawan dan para kader.
Perkembangan
untuk pos sehat sejauh ini sangat bagus,
hanya saja terkendala dalam beberapa hal. Dalam wawancara dengan Bpak Ali pun
saya di tunjukan hal-hal terkait
pelaporan, posko kesehatan almakmuriyah dan diketahuai bahwa memang posko
kesehatan
ini termasuk pos sehat yg rajin melaporkan kegiatannya dalam bentuk apapun.
ini termasuk pos sehat yg rajin melaporkan kegiatannya dalam bentuk apapun.
.
0 Comment to "Pengalaman Jadi Jurnalis Sehari"
Posting Komentar