Hari ini kembali saya akan bercerita tentang pengalaman menjadi seorang #TrainingAdvisor di salah satu perusahaan training terkemuka di Indonesia. Ini sharing kedua, setelah tulisan saya terkait Motivasi & Ketertarikan minggu lalu.
.
Poin yang ingin saya bahas dalam kesempatan kali ini adalah tentang FRIENDLY. Udah gak asing kan dengan kata-kata ini?
Ya, bahasa Indonesinya RAMAH lah. Kenapa sih seorang Training Advisor atau Marketing atau Sales itu musti atau kudu ramah sama klien dan customernya? Bahkan kadang bagi perempuan harus melembut-lembutkan suaranya.
.
WHY nya saya tulis gede-gede supaya jelas arahnya. Saya analogikan begini, sederhananya dalam membangun suatu hubungan hal pertama yang kudu kita lakukan adalah melakukan PDKT alias pendekatan. Nah pedekate ini bisa berbagai macam bentuknya. Bisa dari menanyakan nama, kota domisili, tawarkan solusi bila yang terjadi adalah TROUBLE.
.
1) Mengapa yang ditanyakan nama, kota domisili. Agar jelas identitas klien yang ingin kita bantu urusannya. Kalau saya secara pribadi sering melakukan hal tersebut agar jelas pemetaan pasar. Selain itu diharapkan saya bisa mengukur dan mengarahkan klien saya terkait solusi yang dibutuhkan.
.
2) Lakukan hal tersebut se-Friendly mungkin. Tanpa menyinggung ataupun membuat klien kita tidak nyaman. Dua identitas diatas akan sangat membantu meng-GOAL kan apakah akan closing pada akhirnya atau tidak. Nah, jadi kuncinya cuman ramah, kalau kamu ramah orang lain juga bakal balik ramah nanggapin semua chatingan atau obrolan kita.
.
Sebenarnya ada point ketiga terkait profesi, namun tak semua orang nyaman ditanyakan hal tersebut. Tapi kalau kamu udah jadi Master Friendly 3 poin atau kunci ini bisa jadi acuan kamu. Demikian #SharingAdvisor hari ini, sampai jumpa esok.
Salam Advisor-Satu Visi Satu Misi


