Hutang itu SADIS. Jangan bernafsu untuk BERHUTANG.
Tapi bila ditelaah ada dua nilai sosial yang dihasilkan dari sebuah transaksi hutang.
Tapi bila ditelaah ada dua nilai sosial yang dihasilkan dari sebuah transaksi hutang.
Yang pertama nilai gotong royong, artinya saling membantu satu sama lain. Membantu jika mampu (artinya meminjamkan seutuhnya, sesuai yang ingin dipinjam). Membantu sebisanya (berapa pun yang ingin kita pinjamkan atau mungkin beri saja seikhlasnya dengan tanpa niatan memberikan hutang). Mendoakan jika tidak mampu, agar dipermudah urusannya.
Yang kedua nilai tenggang rasa, artinya memberikan tenggat waktu jika yang bersangkutan belum mampu membayar atau melunasi hutangnya kepada kita. Dengan demikian memperbarui akad hutang dimana yang bersangkutan akan membayar hutang-hutangnya nanti saat sudah ada uang misalnya (tanpa adanya batas waktu kapan). Atau bisa juga pada batas waktu yang disepakati sesuai perjanjian baru yang sudah disepakati.
Yang paling mulia dan santuy adalah dengan menganggap lunas hutang tersebut. Bisa jadi orang yang kita pinjamkan uang sedang benar benar sulit keuangannya atau karena bangkrut dan usahanya pailid. Maka langkah ini hanya mampu dilakukan oleh orang orang yang ikhlas dan hanya mengharapkan naungan Allah Suhanahu Wataala.
Sebagaimana di dalam sebuah hadist dikatakan;
“Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim no. 3006)
Sebagai penutup, jangan berhutang pada RENTENIR, jangan berhutang pada bank KONVENSIONAL, jangan berhutang pada PINJAMAN ONLINE. Ingat hutang itu sadis jangan bernafsu untuk berhutang. Karena berhutang itu bukan untuk memuaskan nafsu tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup kita (JIKA MENDESAK).
Saudaramu Lensa Akri
