Kelompok Yahya Bin Umar:
Hafizh
Ash Shidiq
Endang
Nugraha Saputra
Miftahul
Huda
Usnul
Fiqri
Siti
Rahmah Yulianah
Keuis
Kartinah
Diana
Putri
Anis
Indah Kurnia
Pendahuluan
Alhamdulillahirabbil’alamin,
Segala puji beserta syukur kita ucapkan kepada Allah SWT. Karena berkat rahmat
dan karuniaNya lah, kita masih dapat merasakan nikmatnya sehat. Manisnya ilmu
dan eratnya silaturrahmi. Tak lupa juga shalawat beriring salam kami haturkan
kepada Sang Qudwah, Sang Murabbi sepanjang zaman ialah Nabi Muhammad SAW,
beserta para keluarganya para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman
nanti. Allah berfirman dalam surat An-nisa Ayat 9 yang artinya :
“ Dan
hendaklah takut ( kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan
keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (
kesejahteraan ) nya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan
hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”.
Kami
sadari kaderisasi menjadi satu hal yang sangat penting bagi keberlangsungan
organisasi. Dan bukan hanya sekedar kaderisasi begitu saja, ada metode atau
cara ideal untuk melahirkan generasi yang ideal pula. Untuk melahirkan generasi
ideal, yaitu generasinya para pemimpin diperlukan sebuah pelatihan yang
mengasah kemampuan mental, fisik, wawasan, komunikasi dan pastinya
kepemimpinan. Melalui rangkaian acara inilah yang insyaAllah mampu menciptakan
generasi perubah “agent of change”.
Program
LC ( Leadership Camp) adalah salah satu tahapan dari alur kaderisasi yang harus
dilalui oleh para calon pemimpin yang akan memegang amanah di ORMAWA (
Organisasi Mahasiswa) untuk tahun berikutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk
menguatkan jiwa kepemimpinan dari angkatan 2011 yang selanjutnya akan menjalankan
kepengurusan ORMAWA berikutnya. Pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit
berbagi rekam jejak kelompok kami dalam mengikuti program LC tersebut. Semoga
bermanfaat.
ISI
Leadership
Camp dilaksanakan setelah kegiatan SL yaitu School of Leadership. Adapun
peserta dari LC adalah angkatan 2011 yang aktif di ormawa SEBI, apakah itu
teman-teman yang aktif di BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa), SSP ( Sebi
Solidarity for Palestine ), IsEF ( Islamic Economic Forum). Kita semua digabung
disini.
Dari
alur organisasi SEBI yang di ikuti, mulai dari PROPEKA, Acces-I dan TO. LC lah
yang sangat banyak menyimpan kisah-kisah yang tak kan terlupakan di sepanjang
hidup ini (lebay dikit) Mari kita telusuri jejak perjalanan teman-teman di LC..
Selamat membaca..
Cari tau tentang kita yuk..!!
Nama
kelompok kami adalah Yahya bin Umar, yang di ketuai oleh Hafizh Ash Shidiq yang
aktif di ormawa IsEF. Hafizh adalah sosok yang sangat bijaksana, tapi jangan
salah, dia juga suka ngelawak lho. hehehe. meskipun dia ngak sadar kalau
tingkahnya yang biasa membuat hal yang luar biasa mengocok perut. Dan ada
Endang Nugraha Putra, Miftahul Huda, Husnul Fiqri , Anis Indah Kurnia, Diana
Putri, Keuis Kartinah dan Siti Rahma Yulianah. 8 orang ini mempunyai karakter
yang berbeda, dan dengan perbedaan karakter inilah membuat yahya bin Umar semakin
berwarna.
Prepare – Packing – Go Action !
Pada H-3
LC dilaksanakan, Hafizh mengundang semua teman-teman untuk syuro, guna
mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Semua di catat supaya tidak ada
yang ketinggalan. Disini ada pembagian tugas yang mana para akhwat mempersipkan
bahan-bahan makanan yang dibutuhkan untuk 3 hari, dan ikhwan mempersiapkan
tenda, dan perlengkapan masak.
Kami
siapkan segala keperluan kelompok kami, sejauh ini arahan dari ketua sangat
bagus. Kami pun menjadi semangat dan siap hadapi LC, Be the best and go action
!
Helikopter ? Pasar Kambing ??
Pada tanggal 3 mei 2013, kami
siap untuk melakukan perjalanan menuju lokasi yang telah ditentukan oleh kakak
panitia. Untuk mengetahui rute jalan yang akan kita tempuh supaya bisa sampai
ke lokasi, kita harus memecahkan kata sandi yang di beri oleh panitia.
Kelompok yahya bin Umar
memulai perjalanan dengan menaiki angkot yang menuju ke parung. Setelah sampai
di parung kita kembali melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot yang menuju
bogor. Nah.. disini kita turun disamping jalan yang ada helikopternya. Oh
ternyata ini adalah kawasan perumahan Angkatan Udara. Tapi kenapa mesti helikopter??
Ya
mesti.. karena petunjuk yang diberi, kita mesti berhenti di tempat yang ada
helikopternya. Tau nggak sihh... ada kejadian lucu di perjalanan kita menuju
helikopter. Gimana ngak lucu coba..
“Pak! Helikopter..!” Hafizh
dengan wajah tanpa berdosanya melontarkan kata-kata itu. Yang terfikirkan bagi
saya adalah seseorang yang sedang buru-buru menuju bandara yang dia hampir
ketinggalan pesawat. Kejadiannya hampir sama dengan apa yang kita jalani.
Perjalananpun kami lanjutkan
menuju lokasi berikutnya. Dimana? Pasar kambing.. disini kami menempuh
perjalanan dengan berjalan kaki. Andai saja ada angkot. Pasti nggak bisa naik
juga.. kasiian! Ada panitia. Banyak mata dimana-mana. Hahaha..
Nggak kok kita ngak curang
kak panitia :D
Setelah berjalan beberapa menit kamipun naik
angkot yang menuju IPB. Diangkot kami mewawancarai seorang ibu-ibu yang baru
pulang dari pasar. Disini kami mensosialisasikan ekonomi islam, yang di moderatori
oleh akh kami endang nugraha ey...
Tak terasa perjalanan kami sudah beranjak
jauh. Si ibu pun berhenti ditempat tujuannya, dan kami mengakhiri percakapan
kami dengan beliau.
Tak lama
kemudian sampailah kami di IPB. Dan laporan pertama dilaksanakan. Di selang
waktu teman-teman ikhwan melaksanakan shalat jum’at berjamaah, kami para akhwat
bertugas menjaga keamanan perlengkapan yang dibawa. Setelah istirahat dan
shalat zhuhur dilaksanakan, kamipun siap melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Sebelum melanjutkan perjalanan, kami di beri kode yang mesti dipecahkan menuju
rute selanjutnya. Dalam waktu yang singkat yahya bin Umar bisa memecahkan kode
yang ada diselembar kertas. Kata-katanya adalah Darul Falah. Dengan tanpa
berfikir panjang, kamipun langsung menuju pinggiran jalan, dengan tujuan
mencari lokasi tersebut. Sopir angkotlah yang menjadi targetan kami.
“ pak!! darulfalah dimana
pak?”, si bapak menjawab, “ naik aja neng biar saya anterin”. Dengan perasaan
bahagia kamipun naik angkot sibapak. Eh.. tanpa kita sadari ternyata dikertas
yang bertulisan kode perjalanan kami kali ini. Tertulis kata-kata Longmarch.
Kitapun galau. Apakah akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot
atau turun, dan jalan kaki. Hal yang membuat kita ragu yaitu tulisan Darul Falah
+ 1km, kita menafsirkan bahwasanya. Perjalanan yang akan ditempuh dengan
berjalan kaki adalah 1km setelah darulfalah. Yaudah kita lanjut perjalanan
dengan angkot. Ternyata itu adalah keputusan yang salah. Teman-teman kelompok
yang lain berjalankan kaki dari IPB menuju darulfalah.. cape banget pasti. Kita
aja jalan kaki dari gerbang darul falah keatas udah cape.. maaf ya teman-teman
kami tidak berniat untuk berlaku curang dalam perjalanan ini..)
Setelah semua kelompok
berkumpul di pos 2, perjalananpun dilanjutkan. Kita sekarang berjalan menuju
jalan kecil yang jauh dari keramaian. Tau apa yang kami rasakan. Laparr..
Tak ada yang paling indah dari melihat gerbang Darul Falah
Jalan dakwah memang benar-benar
panjang. Nikmat lelahnya begitu terasa, sampai kami mengerti mengapa Allah
begitu mengapresiasi ke-Istiqamahan. Perjalanan kami menuju tempat LC terasa
membuahkan hasil, alhamdulillah akhirnya sampai juga. Tak ada yang paling indah
dari melihat gerbang Darul Falah. Benar-benar kemenangan itu telah kami raih
rasanya. Begitu sampai disana kami bertemu dengan beberapa kakak. Sejenak kami
bisa duduk, di rerumputan yang bertasbih. Sedikit air kami ambil, setelah itu
berlalulah kami menuju tempat perkemahan.
Selain sambutan hangat dari para
panitia, kini tiba sambutan yang dingin dari arus sungai yang deras. Luar biasa
indah, lagi-lagi kami bertafakur. Arus air yang mengikis bebatuan adalah karya
seni bermakna kesabaran. Air mencoba mengajarkan kami akan kesungguhan ikhtiarnya.
Dengan kesugguhan dan kesabaran ia mampu mengikis batu yang sifatnya padat dan
keras. Dengan pemandangan indah tersebut kami bersikeras menyebranginya. Saling
bekerjasama, saling percaya. Basah, hal yang dari tadi kami hindari tapi yaa
sudahlah.. Hari pertama sudah seperti ini, tak terbayang hari esok. Semangat..!
Bumi
Kemah Darul Falah
Naik ke atas dengan keadaan licin, tak lama sampailah
di tempat kemah. Tidak begitu luas. Tak beberapa lama, kami mendapat instruksi
untuk membuat makanan (akhwat) dan mendirikan tenda (ikhwan). Benar-benar
pengalaman baru bagi beberapa dari kami. Semua saling bersinergi untuk
menyiapkan tempat juga pengisi energi (makanan). Mendirikan tenda, membuat api,
menyiapkan bahan makanan, masak, lalu makan. Tidak pernah kami melakukan
kebersamaan seperti ini. Alam menyediakan segalanya, kami memanfaatkan beberapa
tanpa bermaksud untuk merusaknya. Kami tau jika kita berlaku baik terhadap
alam, maka alam pun akan sebaliknya.
Hari mulai gelap, semakin sulit untuk
kami melakukan aktivitas. Penerangan pun mulai dinyalakan. Masih dalam
aktivitas kami, waktu menunjukkan telah masuk waktu shalat Magrib. Berwudhulah
kami, kembali ke aliran sungai itu. Segar rasanya. Dengan hamparan bekas
spanduk yang sederhana, kami pun shalat berjamaah. Dengan segala kerendahan
kami mohon rangkaian acara LC ini berjalan dengan lancar. Begitu juga
kebersamaan kami dalam shalat Isya.
Acara pertama yang kami jalani ialah
pembukaan LC dilanjutkan dengan laporan kunjungan divisi-divisi ormawa, yang
beberapa waktu lalu kami laksanakan. Satu per satu kami secara bergantian
mempresentasikan hasil tugas kami. Dengan berbagai macam informasi yang salah
satu kebutuhan organisasi ialah mempunyai relasi. Hubungan antar organisasi
yang ternyata baik, memberikan banyak manfaat bagi masing-masing. Keduanya bisa
saling berbagi, saling belajar satu sama lain, dan juga bisa bersinergi bersama
dalam beberapa hal. Kami akui mungkin beberapa ormawa kami masih lemah dalam
hubungan keluar ini. Acara ini pun ditutup menandakan berakhirnya rangkaian
acara hari itu.
Games
Time
Hari
kedua menyapa. Tidur semalam masih perlu sedikit adaptasi ternyata. Kami memulai
hari di sepertiga malam, begitu tenang. Gemericik air sedikit demi sedikit
membasuh anggota wudhu, menyejukkan. Kami pun shalat qiyamul lail dan
dilanjutkan dengan Shubuh. Setelah itu, kami pun memulai kembali untuk
menyiapkan sarapan. Ini lebih mudah dari yang kemarin, karena keadaan lebih
terang. Kami pun memulai memasak bukan hanya untuk sarapan, tapi juga untuk
makan siang. Disela memasak ketua pun dikumpulkan. Ada perubahan anggota
kelompok. Kebetulan kelompok kami jadi bertambah satu orang sehingga genap
menjadi 8 orang. Seusai kami sarapan, mengemas makan siang kami pun bersiap
untuk melakukan agenda selanjutnya.
Kembali
kami melewati sungai untuk menuju sebuah lapangan untuk riyadhoh. Sedikit
peregangan dan games berhikmah, boleh lah. Keceriaan itu pun hadir. Setelah
agenda riyadhoh, kami pun berkumpul per kelompok. Menunggu giliran
pemberangkatan games pos to pos. Disela-sela kami menunggu, kami sempatkan
untuk sedikit berdiskusi. Waktu seolah memberikan kami kesempatan untuk duduk
bersama, yang tak lain dan tak bukan diskusi untuk ormawa yang lebih baik.
Beberapa masukan, kritik, saran membuat kami sama-sama terbuka akan keadaan
ormawa dan segala permasalahannya. Semangat itu pun ada, kami akan belajar dari
kesalahan yang lalu. Itulah pembelajar yang baik. Next better.
Yahya
bin Uma(r), itulah kelompok kami. Kini giliran kami yang berangkat. Kami akui,
kelompok kami memang terlihat begitu semangat. Satu sama lain mempunyai
karakter yang berbeda-beda, menjadi warna tersendiri. Dan taukah mengapa kami
terus teriakan Yahya bin Uma(r) bukan Yahya Bin Umar? Silahkan tanyakan pada
ketua kelompok kita, Hafizh Ash Shidiq. Ketua yang luar biasa memotivasi,
bahkan dengan humorisnya yang tidak bisa mengatakan huruf “R” dengan jelas.
Selalu menjadi bahan tertawa, dan menceriakan suasana. Menyenangkan walau
beberapa kali tersesat. Pos yang pertama kami dihadapkan dengan games sudoku
(permainan angka). Menulis angka dikotak yang telah tersedia dengan syarat
angka yang berurut tidak boleh berdampingan. Dengan semangat kami pun coba
mencari. Berisik sekali rasanya hhe. Kami bersikeras menemukan jawbannya,
kombinasi angka-angka tersebut sudah kami coba agar sama jumlahnya tapi tak
juga sama. Di tantangan pertama kami gagal. Sampai kakak panitia memberikan
jawaban yang benar, ternyata tidak harus menyamakan jumlah di setiap baris
maupun kolom. Seharusnya kan permainan sudoku seperti itu, tapi yasudahlah.
Kami hanya bisa tertawa.
Kembali
kami melanjutkan perjalanan menuju pos-pos selanjutnya. Mungkin kami akan menceritakan
lebih singkat. Di beberapa pos semuanya adalah permainan berhikmah. Dimulai
dari bersama berjalan di sisi bambu yang semakin membesar, berjalan zigzag
dengan membawa air di batok kelapa, melempar telur dan lainnya. Selama
perjalanan kami isi dengan keceriaan. Tersesat? Jangan ditanya lagi hhe.. Tapi
memang penyikapan yang bisa menilai semua. Tidak tanggung-tanggung kami semua
tiba-tiba terkumpul 4 kelompok yang sama-sama tersesat.
Tadinya kami ingin bersama-sama menempuh perjalanan ke
pos berikutnya. Kelompok kami memilih untuk istirahat sejenak, dekat mata air
dan makan. Bukan santai atau apapun, persediaan air menipis, lebih baik kami
makan dekat mata air jadi kami bisa menghemat, ini strategi. Kembali
melanjutkan perjalanan, dan sampailah pada 2 pos terakhir. Lagi-lagi di sungai.
Agenda penutup pos to pos yang pas. Diakhiri dengan basah-basahan.
Api
unggun malam LC
Agenda malam, seperti kata panitia kita adakan api
unggun. Disaksikanlah yelyel kita masing-masing. Dengan ceria kami jalani
agenda ini, yelyel yang aneh, bagus sampai kita gak mengerti harus komentar
apa. Semua ada di LC. Begitu juga dengan yelyel kami, pake lagu konvensional
hhe.. tapi seru, kami menyebutkan diri dalam yelyel “jagoan sebi”. Ada bang Hafidz,
Rahma, Diana, Anis, Keuis, Miftah, Endang, Fiqri, kami semua jagoan SEBI. Itu
sepenggal dari yelyel kami yang sangat bagus sekali (narsis). Tapi gak juara
juga he..
Agenda
mengejutkan terjadi. Kami, angkatan 2011 tiba-tiba dipilih beberapa untuk seolah-olah
menjadi para petinggi ormawa, BPH-PSDM. Beberapa dari kelompok kami pun
terpanggil. Kita disuruh membuat suatu hal yang masih sangat awam dimata kami.
Selain itu juga kami semua dikelompokkan menurut ormawa masing-masing. Kami
disuruh mendiskusikan terkait kritik saran untuk BPH-PSDM tiap ormawa. Kami pun
mengutarakan satu per satu dengan niatan ini semua untuk ormawa selanjutnya
yang lebih baik. Evaluasi memang diperlukan, namun ini dijadikan sebagai
pembelajaran agar yang buruk jangan terulang, pesan ka Baihaqi. Nantinya
keorganisasian ormawa berada di tangan kami, 2011. Insya Allah kami bisa, harus
bisa.
Kapur
yang kokoh
Hari esok, matahari mulai menampakkan
cahayanya, kami bergegas untuk masak terakhir kalinya di tempat kemah.
Bahan-bahan makanan yang ternyata masih lebih dari cukup untuk kami masak.
Kelompok kami memang paling produktif dalam menyiapkan makanan. Toh, sekali
masak aja langsung menggunakan 3 api. Kelompok lain pun terheran melihat kami
karena masih sempat-sempatnya membuat kacang ijo hhe.
Saatnya bergegas meninggalkan tempat
kemah untuk pulang. Namun, sedikit bocoran dari panitia yang sudah menjadi
rahasia umum, kita akan pergi untuk naik Gunung Kapur. Semangat kami menggebu
penasaran. Setelah semua selesai berkemas, kami pun pergi meninggalkan tempat
kemah dengan jalur yang sedikit berbeda ketika berangkat. Yah karena memang
untuk mencapai kaki Gunung Kapur kita menempuhnya dengan jalan kaki bersama.
Membuat ratusan pasang mata melihat kami. Barisan kami yang panjang rapi seperti
semut membuat anak-anak desa disana tersenyum dan berkata “Loba nyah..” artinya
“banyak yah..”. Tak jarang ada yang menyapa kami dengan ramah. Wah kampung yang
sepi ini mendadak menjadi ramai karena rombongan SEBI.
Setelah menempuh sekian lama perjalanan
ke kaki Gunung, kini tibalah disana. Istirahat sebentar, meluruskan kaki.
Persediaan air minum yang menipis. Benar-benar harus hemat. Instruksi panitia
pun menyuruh kita untuk melaksanakan bakti sosial ke masyarakat dekat kaki
Gunung Kapur.
Bahan-bahan makanan yang masih kita punya, kami
sisihkan mana yang masih pantas untuk diberi dan mana yang tidak. Kami memilih
sebuah rumah anyaman sederhana persis tidak jauh dari tempat kami beristirahat.
Disana tinggal lima anggota keluarga. Seorang ibu dan nenek bermatapencaharian
di Gunung tersebut, mengambil rumput dan beberapa tanaman. Sedikit candaan khas
kami, mencairkan suasana. Kami memperkenalkan diri, dengan tak lupa derah asal
kebanggaan kami. Senang sekali bisa memberikan sedikit kebahagiaan kepada keluarga
tersebut. Setelah itu pun kami sempatkan sejenak ke sebuah masjid kecil untuk
melaksanakan Dhuha.
Perjalanan pun berlanjut, dari kaki
Gunung naik ke tempat yang lebih tingi lagi. Perjalanan yang lumayan
melelahkan, kami pun beristirahat kembali di sebuah tempat yang agak datar.
Disana tertulis tarif 2000 per orang. Mungkin kali ini, disewa khusus untuk
acara LC. Disini dengan dipandu Ka Bintang
kita bermain sebuah games perang. Awalnya kami tidak setuju karena kami
cinta damai (padahal karena lelah hhe). Tapi dengan semangat kami tetap
mengikuti instruksi dari kaka panitia. Akhwat main di tempat itu juga, namun
yang ikhwan bermain dengan sedikit ke bawah. Kita dibagi dua kubu, yang akan
saling mempertahankan slayer yang kita pegang. Ketika slayer tersebut direbut
lawan, maka tim itu akan kalah. Slayer tersebut terserah dari keputusan
kelompok akan disembunyikan di seseorang atau di suatu tempat. Perang diantara
akhwat berlangsung ricuh, semua yang punya indikasi menyimpan slayer digeledah.
Bisa dilihat ternyata permainan di akhwat lebih kasar dibanding ikhwan hhe.
Kalau yang ikhwan bermain dengan strategi, semua mencari slayer tanpa adanya
ricuh apalagi penggeledahan. Akhirnya disisi akhwat sudah menyerah duluan,
berdalih menyimpan tenaga untuk naik Gunung. Apalagi saat itu sudah masuk waktu
Dzuhur juga.
Melanjutkan perjalanan, kali ini benar-benar medan yang
cukup sulit. Kami tidak diperkenankan untuk membawa tas. Naiklah kami dengan
semangat, medannya memang lebih sulit tapi menantang. Pijakan demi pijakan
harus diperhatikan. Tak jarang ada batu kecil hingga sedang menggelinding ke
bawah, seperti di film 5 cm. Bagi yang merasa ini adalah pengalaman pertama,
sangat seru pastinya. Lelah tapi seru. Ada yang karena tidak kuat, berhenti di
pertengahan. Ini memang seperti hidup. Hanya butuh bergerak agar kita tidak
menjadi orang yang stagnan. Terus menatap kedepan dan optimis. Daan
alhamdulillah kami sampai di atas, walau belum puncaknya, kami senang sekali.
Diatas sana, kami melaksanakan
penutupan prosesi kegiatan Leadership Camp ini. Mulai dari peserta terbaik
ikhwan akhwat, kelompok terbaik, dan tugas kunjungan terbaik. Walaupun tidak
menjadi kelompok terbaik, tidak apalah. Kami mendapatkan lebih dari sekedar
itu, dan kami sama-sama mengakui bahwa kami bangga bisa menjadi satu kelompok.
Semoga solid hinga nanti ke SEBI. Sebelum turun kami bernyanyi bersama, lagu
Rabithah untuk saudari kita yang milad pada hari itu. Bersimbah air mata. Momen
yang tak terlupakan. Begitu juga dengan sesi foto bersama. Semua peserta LC dan
panitia, inilah mujahid mujahidah agen perubah, aamiin..
Penutup
Rangkaian acara LC kemarin, tidak ada materi
sedikitpun. Tapi pembelajaran yang kami dapat lebih dari sekedar materi. Kami
menjadi mengenal teman-teman lebih dekat, ternyata memang benar alam dengan
segala kejujurannya akan menampakkan siapa sebenarnya kita. Semua ini akan menjadi
bekal kita nanti dalam bersinergi di ormawa. Belum lagi dengan beberapa
tafakurnya dan nilai-nilai kebersamaan didalamnya. Seperti yelyel kami
“Semangat di LC, Kembali ke SEBI”, insyaAllah kami akan tetap memberikan yang
terbaik untuk ormawa SEBI yang lebih baik, lebih bermanfaat, lebih produktif.
Terakhir, kami ingin megucapkan terima kasih kepada
kakak-kakak panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara Ladership Camp
ini. Ini semua akan menjadi bagian dari perjalanan dakwah kami yang tak terlupakan,
sebuah pelatihan dan pembelajaran hebat bagi kami yang akan terus berguna bagi
perjalanan kami selanjutnya. Dan juga terima kasih kepada teman-teman “GELAS”
yang ikut meramaikan acara ini, semoga semangat ini bisa melahirkan sebuah
perubahan bai arah gerak ormawa yang lebih baik. Allahu Akbar !!
0 Comment to "Kenangan di Akhir Kepengurusan (LPJ Leadership Camp)"
Posting Komentar