Alhamdulillah ku haturkan pada-Mu Ya Rabb, segala puji untuk-Mu yang menyinari kami dengan cahaya-cahaya penuh hidayah, dan memuliakan kami dengan kitab yang penuh dengan hikmah serta menghiasi dunia ini dengan wanita-wanita sholehah moga kita termauk orang-orang yang bersyukur dan istiqamah dalam kesholehan! Amin.
Sholawat dan salam untukmu yang selalu ku junjung sebagai guru sekalian alam atas ilmu yang engkau wariskan pada orang-orang alim hingga akhir zaman. Engkaulah mercusuar dalam kegelapan, penunjuk arah kemana perahu kami berlayar.
*Sebuah prolog
“...Dan aku bergegas menuju-Mu Ya Rabbi, agar Kau merihoi.” (Q.S; Thoha’84)\
Kebangkitan adalah suatu bukti bahwa pada hakikatnya manusia itu tidak luput dari yang namanya keterpurukan, karena kebangkitan adalah buah dari keterpurukan itu sendiri. “Why?” Kenapa demikian, karena apabila kita tidak merasakan keterpurukan, maka tidak akan lahir yang namanya kebangkitan.
Kita tela’ah kepada masa lalu, bahwa munculnya para tokoh-tokoh besar didunia bukanlah tanpa tiadanya suatu sebab. Tetapi memang karena adanya faktor yang membuat mereka untuk bangkit dan berkarya hingga titik terakhir apa yang mereka perjuangkan. Meski harus berkali-kali jatuh dan tersungkur. Meski harus melakukan kegagalan beratus-ratus kali. Meski harta, darah dan nyawa menjadi taruhan dimeja kerja.
****
Kita kaitkan hal ini dengan masalah kepemimpinan, kita tahu bahwa tak ada orang sukses, maupun orang besar itu terlahir sebelum mereka melewati terjalnya tanjakan yang dilalui dan berani untuk mencoba menelusuri duri-diri yang tersemai disepanjang jalan. Inti dari smua ini adalah kemuliaan dalam mengasah skill yang kita punya.
Sejarah mencatat bahwa keterpurukan islam karena didasari oleh kejahiliyahan umat terdahulunya, namun setelah datangnya seorang pemuda yang memberikan penerangan dan pencerahan terhadap mereka bagaimana aqidah dan berakhlak yang benar, meskipun diawal kemunculannya menjadi ketertolakan bagi kaumnya namun pada akhirnya mengantarkan mereka pada masa kejayaan. Dimana tidak ditemukan adanya pembunuhan, rakyat merasakan hidup tentram, antar umat beragama tidak saling mengusik, bahkan hampir tidak ditemukan yang namanya rakyat miskin. Subhanalah...
***
Kita telusuri lagi bahwa kebangkitan adalah satu langkah menuju kemajuan, yang mana kebangkitan selalu berawal dari pemuda. Saat-saat seperti ini adalah masa haus akan ilmu, kritis terhadap setiap problematika yang terjadi di bangsa ini. Para pemuda ialah pengusung perbaikan yang terus bergerak menuju perubahan. Bukankah begitu generasi muda??? Negeri kita, Indonesia, layak menjadi pangkal kebangkitan dengan milyaran potensi pemudanya. Maka, inilah saatnya bagi pemuda untuk berkontribusi.
Kebangkitan adalah milik pemuda, mengapa demikian? Karena kata bang Haji Rhoma Irama “masa muda adalah masa yang ber api-api”, hehe benar kan. Saatnya pemuda bersuara. Menyuarakan gagasan aplikatifmu bukanlah suatu dosa, karena itu adalah suatu kewajiban bukan fardhu kifayah yg selalu kita artikan apabila sudah ada segelintir pergerakan dari pemuda lain maka kita tidak wajib untuk ambil alih dalam masalah tersebut. Salah besar jika kalian berfikiran seperti itu, wahai pemuda kebanyakan kita terlena oleh dunia, seruan manis dan bujuk rayu yang ditawarkan pada kita.
Seharusnya kita tetap bisa benkontribusi walaupun ada kekuragan disisi lain diri kita, misalnya saja dengan pena! Kalian yang senang menulis mari koarkan semangat juang kalian, tuangkan semua unek-unek yang ingin kalian sampainkan, dorong bangsa ini menuju perubahan adalah tanggung jawab kita bersama,. Bukankah Rasulullah SAW mengatakan da’wah itu bukan hanya dengan gerak tubuh, namun ia juga bisa dengan lisan kita, apa bila tidak sanggup cukuplah diam dan jauhi tempat itu. Namun menjauh disini dengan artian kita kembali menyusun strategi untuk kembali menegakkan kebenaran, bukan lari dari sebuah permasalahan.
Diam disini bukan berarti kita tidak mampu ataupun tidak sanggup melawannya, tapi disisi lain kita sedang mencari strategi baru untuk menggencar kelemahan mereka. Ibarat menutup aurat, karena yang namanya aurat ya harus ditutup. Maka tutupilah kekurangan kita dengan kelebihan yang ada. Ingat saudaraku fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula. Dan pemuda disini sebenarnya tidaklah ada batasan umur. Selagi ia mampu dan ingin merubahnya, maka itulah yang dinamakan pemuda.
# untukmu teman
disaat galau dijadikan alasan...,
disaat itu pula seseorang telah menanamkan rasa malas untuk bangkit dari keterpurukan, seorang pemuda seharusnya bukan mengikuti trendi masa kni, tetapi membuat pembaharuan bagi orang sekitarnya! ayo kita bangkitkaan semangat muda, dan akan terus muda saat kita berfikir bahwa menebarkan kebaikan pada sekitar adalah ladang bagi kita untuk berbagi pada sesama!
Penekanannya : inti dari da'wah (Menyeru dan mengajak) adalah "PERUBAHAN", Kalau bukan kita siapa lagi. karena kita adalah bahagian dari perubahan. salam cinta untuk perubahan, salam perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik. Karena bersama kita bisa. Salam semangat ^^…

0 Comment to "PEMUDA DAN PERUBAHAN"
Posting Komentar