Kamis, 09 Januari 2014

Jangan Ada Pilihan Diatas Pilihan

Proposal akhir tahun sudah tertulis. Namun saat ini ada pertimbangan yang harus menuntutku memutuskan untuk memilih satu diantara dua pilihan. Memang tak mudah menentukan sebuah pilhan yang dari awal sudah aku inginkan, bahkan cukup menyita waktu, tenaga dan juga sedikit materi. Hatiku berbisik, “Ini masalah amanah dn tanggung jawab Fik,” sekali lagi hati ini berkata, “Jangan sampai ada pilihan diatas pilihan.”

Yang pertama adalah satu rangkaian kegiatan sosial yng sudah lama ku desain bersama teman-teman Dompet Dhuafa Volunteer. Bahkan jauh sebelum aku menuliskan untuk terjun di tes kuliah untuk mendapatkan beasiswa D3 ini. Yang kedua, alhamdulillah aku sudah lulus tes dn mendapatkan kesempatan kuliah gratis sampe jejang D3, hanya saja berat rasanya jika harus memilih diatas sebuah pilihan. Sungguh berat rasanya hati ini, sakit banget. Bahkan batinku tak mampu lagi untuk berbisik, lidah pun kaku tak mampu berucap. Wlaupun sesaat sungguh hal ini menjadi dilema yang membatin. Berkecamuk menggerogoti otak dan pikiranku.

Yang ku pahami saat ini adalah, ya memang begitulah hidup dan kehidupan. Karena sejatinya hidup adalah sebuah pilihan. Jika pilihan itu benar maka bersyukurlah, namun jika pilhan itu salah maka jangan salahkan siapa-siapa. Sekali lagi begitulah hidup manusia, yang hanya bisa hidup dengan sejuta planning tapi tak satupun tahu ia nyata atau semu adanya. Karna hidup itu pilihan, maka saat ini, detik ini, hari ini, malam ini di kursi tempat duduk ini dan di persinggahan ini aku berpikir panjang untuk sebuah perubahan. Karena masa depanku di tentukan sekarang, olehku, untukku.

Bismillah menuju #JamboreAnakYatim



Share this

0 Comment to "Jangan Ada Pilihan Diatas Pilihan"

Posting Komentar